Showing posts with label Wireless Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Wireless Mikrotik. Show all posts

Monday, June 20, 2016

Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel

Bagaimana cara membuat WiFi Hotspot Mikrotik dimana Access Point (AP) nya tidak terhubung langsung ke Server Hotspot Mikrotik nya? Pertanyaan tersebut yang muncul di benak saya ketika hendak mengimplementasikan sistem WiFi Hotspot Mikrotik dimana AP nya bertebaran dimana-mana, dengan lokasi yang berbeda (beda gedung dan beda ruangan). Selain itu yang lebih menyulitkan adalah semua AP tidak ada yang terhubung langsung ke eth nya Mikrotik yang dijadikan Hotspot Server.

Seperti yang kita tahu, jika ingin membuat Sistem Wireless Hotspot menggunakan Mikrotik, Access Point harus terhubung langsung ke interface Server Hotspot, agar bisa di bridge dengan interface lain jika ingin menggunakan lebih dari satu AP. Tetapi pada kasus yang saya alami sepertinya tidak bisa diterapkan, karena AP berada di bawah Switch dan Router lain nya, sehingga ada beberapa hop untuk sampai ke server hotspot.

Namun jangan khawatir, karena permasalahan tersebut masih bisa diakali. Caranya dengan menggunakan Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling.
Apa itu EoIP Tunneling? Silakan baca penjelasannya disini : Membangun Tunnel dengan EoIP di Mikrotik.

Jadi konsepnya adalah dengan membuat interface EoIP pada Hotspot Server sebanyak jumlah AP nya. Jika ada 5 AP maka kita buat 5 interface EoIP pada Hotspot Server. Pada masing-masing AP juga dibuat satu interface EoIP yang mengarah ke Server Hotspot. Sehingga akan terjadi komunikasi point-to-point antara hotspot server dengan semua AP. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :



Tapi tunggu dulu, EoIP merupakan MikroTik Proprietary (kepemilikan) artinya protocol ini hanya dapat berjalan/support pada Mikrotik RouterOS saja dan beberapa jenis linux. Jika AP yang Anda gunakan bukan Mikrotik, maka AP Anda tidak bisa membuat interface EoIP ini. 

Jadi, jika AP Anda misalnya menggunakan TP-Link, Dlink, dll maka interface EoIP dibuat pada Router Mikrotik sebelum AP itu, yang terhubung langsung dengan nya. Seperti pada contoh di Lantai 1 pada Gambar di atas. Kemudian AP tersebut mode nya dibuat Wireless AP Bridge, dan pada Mikrotik nya EoIP dan Interface eth yang ke AP di bridge.

Oke, sudah cukup dongeng sebelum tidur nya. Udah mulai ngantuk kan?? hehe..
Sekarang kita langsung coba buat Konfigurasi Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel.

Sebelum mulai, pastikan semua AP dan Mikrotik yang akan dibuat EoIP Tunnel sudah bisa komunikasi dua arah. Artinya konfigurasi IP dan Routing nya sudah beres. Karena jika tidak, tunnel EoIP tidak akan terbentuk.

1. Buat Interface EoIP sejumlah AP yang digunakan. Buka Winbox, Masuk ke Menu Interface --> Masuk Tab EoIP --> Add EoIP
Disini yang perlu diperhatikan adalah pada kolom Remote Addres dan Tunnel ID.
- Remote Address : diisi IP Address AP
- Tunnel ID : ID unik untuk AP tersebut. Tiap AP Berbeda ID.


 2. Buat interface EoIP di sisi AP menuju ke Server. Caranya sama seperti di atas. Dengan Remote Address IP dari Server dan Tunnel ID sama dengan yang dipakai di Server.


3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk semua AP yang digunakan.

4. Pada masing-masing AP / Mikrotik, buat bridge dan masukan interface EoIP dan Wlan nya.



4. Pada Server Hotspot, Buat Interface Bridge dan beri IP Address.

5. Masukkan Semua Interface EoIP ke port Bridge yang dibuat sebelumnya.


6. Buat Hotspot Server pada menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup --> Pilih interface Bridge yang digunakan sebagai interface hotspot. Untuk panduan langkah-langkah cara membuat hotspot silakan baca disini : Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

7. Sampai disini, silakan coba konek ke AP, harusnya halaman login hotspot sudah muncul. Jika Belum silakan cek kembali konfigurasi Anda.

8. Setelah ini Anda bisa ganti halaman Login Hotspot nya, seperti pada artikel berikut : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

9. Anda juga bisa memadukan hotspot dengan User Manager Mikrotik untuk manajemen user nya. Baca Tutorial nya disini : Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik

10. Jika Anda ingin membuat WiFi Sistem Roaming dengan 1 SSID, bisa diset pada semua AP untuk menggunakan 1 SSID dan Frequensi yang sama.

Demikianlah Tutorial Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunneling. Semoga bermanfaat :)

Saturday, June 20, 2015

Cara Membuat Click Image untuk Login Hotspot Mikrotik

Pernah suatu saat saya akses ke wifi gratis, dimana setelah konek ke SSID Wifi itu web browser langsung di redirect ke halaman Login. Namun, saya tidak perlu memasukkan username dan password untuk login, cukup klik gambar yang bertuliskan "Lanjutkan". Setelah itu saya bisa browsing sepuasnya dengan gratis :D.

Apakah anda juga pernah mengalaminya? Jika belum bisa coba konek ke SSID free@Wifi.id di tempat-tempat tertentu.

Oke, artikel kali ini saya akan membahas tentang bagaimana caranya membuat halaman login hotspot Mikrotik menggunakan klik gambar (image) untuk login, tanpa perlu memasukkan username dan password. Contoh nya seperti gambar berikut :



Prasyarat :

1. Pastikan Mikrotik Anda sudah bisa konek ke Internet. (Cara mengkoneksikan Mikrotik ke Internet)
2. Pastikan Mikrotik Anda sudah di seting untuk Hotspot Mikrotik via WiFi. (Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik)
3. Pastikan Anda sudah punya aplikasi untuk edit file HTML Login Hotspot Mikrotik. (Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik)

Setelah semua prasyarat tersebut dipenuhi, kita lanjut ke Setting Hotspot Mikrotik nya.

Setting Hotspot Mikrotik

1. Masuk ke Menu IP --> Hotspot --> Server Profile --> Buka Profile Server yang digunakan --> Masuk ke Tab Login --> Pilih Login by : HTTP CHAP, HTTP PAP, Trial (Bila perlu) --> OK


2. Buat User Profile Baru untuk Trial di menu User Profiles -->  Isi Shared Users yang banyak --> Batasi speed nya di kolom Rate Limit (bila perlu) --> OK



3. Buat User baru untuk Trial di menu Users --> Isikan username dan password, disini saya isikan trial --> Pilih Profile TRIAL --> OK


Sampai disini Setting Hotspot Mikrotik Selesai. Selanjutnya Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik. Disini saya contohkan menggunakan Software Adobe Dreamweaver untuk mengedit HTML Login Hotspot Mikrotik.

Setting Halaman Login Hotspot Mikrotik

1. Buat file image yang nantinya akan digunakan sebagai tombol login user.

2. Copy ke folder images pada direktori halaman login Mikrotik

3. Edit halaman login Mikrotik menggunakan aplikasi HTML editor.

4. Hapus semua form login dan tombol login, gantikan dengan code berikut :
<input type="hidden" name="username" value="trial">

<input type="hidden" name="password" value="trial">
Pada value, isikan uername dan password hotspot yang sebelum nya sudah dibuatkan.

5. Masukkan file gambar (image) yang akan digunakan sebagai tombol login, dengan code berikut :
<input type="image"" src="./images/kliklogin.png" name="submit"/>
Isikan path image Anda pada label kuning. Pastikan submit terisi pada label orange.
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :


6. Setelah selesai mengedit, silakan upload file halaman login nya ke Mikrotik. Caranya sudah pernah saya bahas disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

Hasilnya seperti ini :


Setelah klik tombol login image, kita bisa login hotspot mikrotik menggunakan user trial yang sebelumnya kita buat.


Gimana, mudah bukan? Kalo masih bingung silakan download file Halaman Login Mikrotik yang saya edit di atas. 
Download disini

Sunday, July 13, 2014

Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid

Transparent Bridge Mikrotik dapat digunakan untuk menembak/menangkap sinyal WiFi dari tempat lain dengan jarak tertentu. Seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya, tutorial kali ini adalah pengembangan dari tutorial tentang : Tutorial Menangkap/Menembak Sinyal Wifi/Hotspot Menggunakan Mikrotik .

Pengembangan pada tutorial kali ini adalah pada penggunaan kedua perangkat Mikrotik sebagai Transparent Bridge Mikrotik. Sehingga akan ada dua transparent bridge mikrotik yang digunakan untuk menghubungkan client ke sumber internet. Hal ini akan membuat client seolah-olah langsung terkoneksi ke sumber internet tanpa melalui Mikrotik, yang ditandai dengan IP Address yang didapatkan oleh client secara otomatis satu jaringan dengan IP Router sumber internet. Double Transparent Bridge Mikrotik ini bisa juga disebut sebagai Repeater Sinyal WiFi.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat topologi berikut :



Karena client seakan-akan terkoneksi secara langsung ke sumber internet tanpa melalui Mikrotik, maka trik ini dapat digunakan untuk menembak sinyal Hotspot, seperti Hotspot Mikrotik, Hotspot WifiId, dan Wifi lain yang harus muncul halaman login dulu sebelum bisa internetan. Udah tau kan bedanya WiFi internet sharing sama Hotspot? Kalo belum baca ini ya :  Perbedaan WiFi internet sharing dan Hotspot.

Pada Topologi di gambar di atas, saya menggunakan dua buah Mikrotik yaitu Mikrotik SXTG-2HnD dan Mikrotik RB751U-2HnD. Sebenarnya pakai satu Mikrotik saja juga sudah bisa. Namun jika hanya menggunakan satu Mikrotik, maka koneksi ke client hanya bisa menggunakan kabel (bukan wireless). Karena Mikrotik SXTG hanya punya 1 interfece wireless dan 1 interface ether (LAN). Kecuali kita menggunakan Mikrotik yang punya dua interface Wireless, 1 sebagai penerima sinyal dan 1 nya sebagai penyebar sinyal, jadi client bisa konek via WiFi dengan hanya satu Mikrotik. Oleh sebab itulah saya menggunakan dua Mikrotik sebagai Double Transparent Bridge.

Oke cukup sudah penjelasan nya. Selanjutnya kita langsung bahas Cara membuat Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid :

Pastikan anda sudah membaca Tutorial Menangkap/Menembak Sinyal Wifi/Hotspot Menggunakan Mikrotik sampai bagian Pemasangan Mikrotik. Untuk Seting Mikrotik nya akan kita bahas disini :

Setting Mikrotik 1 : SXTG-2HnD

Ini adalah Mikrotik yang menembak/menangkap sinyal WiFi jarak jauh.
 
2. Masuk ke menu Interface. 
Disini hanya ada 2 interface (Wireless & Ether), dan kita akan menambahkan 1 interface Bridge


3. Untuk membuat Bridge, masuk ke menu Bridge --> Tambahkan interface bridge dengan klik tombol + --> Kita bisa beri nama Bridge nya --> Klik Ok


4. Masuk ke tab Ports --> Tambah kan port di bridge nya dengan interface ether1 dan wlan1 --> klik tombol + --> pilih interface yang mau dimasukkan (ether1) --> Ok --> Tambahkan lagi untuk wlan1 nya.


5. Setting Interface Wireless Mikrotik. 
Masuk ke menu Wireless --> dobel klik wlan1 --> Masuk tab Wireless --> Pilih Mode : station pseudobridge --> Klik Scan untuk men-scan sinyal WiFi


6. Pilih sinyal Wifi yang mau dikoneksikan. Disini saya koneksi ke Router Cisco Linksys di Kantor saya. Klik Connect.


7. Cek status koneksi apakah sinyal yang diterima bagus apa ga. 
Masuk ke tab Registration --> Dobel klik interface wlan1 --> Masuk tab Signal --> Disini dapat dilihat kualitas sinyal, SNR, CCQ, dll.
Note : 
- Signal Strength nilainya semakin mendekati 0 semakin bagus (-50dB lebih bagus dari -90dB)
- SNR (Signal to Noise Ratio) dan CCQ  (Client Connection Quality) nilainya semakin besar semakin bagus


8. Karena ini Transparent Bridge maka IP Address tidak perlu diseting/tidak perlu diberi IP Address.


Sampai disini konfigurasi Mikrotik 1 : SXTG-2HnD sudah selesai.

Setting Mikrotik 2 : RB751U-2HnD

Ini adalah Mikrotik yang meneruskan sinyal WiFi yang ditangkap oleh Mikrotik 1 dan disebarkan ke client melalui sinyal WiFi.
1. Semua setingannya hampir sama seperti konfigurasi Mikrotik 1 : SXTG-2HnD. Yang berbeda hanya di setingan wireless nya.


2. Setting Wireless Mikrotik sebagai AP Bridge. 
Masuk menu Wireless -->


Pilih Mode Wireless nya : AP Bridge
Pilih Frequency, Masukkan SSID.

3. Coba koneksikan Client ke Mikrotik ini.


4. Cek IP Address Client.
Jika setingan kedua Mikrotik sudah benar, maka client akan mendapatkan IP Address langsung dari Router Linksys.


5. Cek Ping ke IP gateway. Lihat Response time nya. Kalau response time nya lama >100ms bisa jadi kualitas sinyal nya kurang bagus.
Cek ping juga ke google.com untuk memeriksa koneksi internet.


6. Coba browsing web menggunakan web browser. Kalo sudah bisa berarti setingan sudah Oke.



Oya, mungkin tutorial ini sedikit menyimpang dari judulnya ya Double Transparent Bridge Mikrotik untuk Menembak Sinyal Hotspot Wifiid. Karena disekitar tempat tinggal saya tidak ada sinyal hotspot maupun wifiid jadi tidak bisa diimplementasikan langsung. Tapi saya jamin tutorial ini dapat digunakan untuk menembak sinyal hotspot maupun wifiid menggunakan Mikrotik.

Oke, selamat mencoba dan semoga bermanfaat :)

Sunday, May 25, 2014

Tutorial Membuat Koneksi WDS di Mikrotik

Teori Dasar Wireless Distribution System (WDS)

WDS (Wireless Distribution System) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi antar Access point (AP). Sistem ini digunakan untuk memperluas jangkauan area wireless, dengan menggunakan beberapa perangkat AP yang menjadi satu kesatuan, tanpa membangun backbone jaringan. Syarat dalam membangun jaringan WDS adalah AP harus menggunakan Band, Frequency, dan SSID yang sama.

Perbedaan Wireless non-WDS dan Wireless dengan WDS

Wireless AP non-WDS
Pada gambar di atas apabila user berpindahtempat dari area AP 1 ke area AP lain (AP2/AP3), maka user akan mengalami kehilangan koneksi beberapa saat sebelum terhubung ke area AP yang baru.

Wireless AP dengan WDS


Pada gambar di atas apabila user berpindah tempat dari area AP1 ke area AP lain (AP2/AP3), maka user seakan-akan tetap berada di area yang sama tanpa perlu kehilangan koneksi.

Itulah beberapa penjelasan dan teori singkat tentang WDS. Mikrotik dapat digunakan untuk membangun jaringan WDS. Fitur WDS pada wireless ini dapat kita aktifkan dengan masuk ke menu
wireless --> wlan1 --> tab WDS


Penjelasan Mode WDS Mikrotik :

  1. WDS Dynamic adalah Interface WDS secara otomatis akan terbuat ketika sudah menentukan perangkat AP lain yang kompetibel
  2. WDS Static adalah mode WDS yang Interface WDS nya dibuat secara manual
  3. WDS Dynamic-Mesh adalah mode WDS yang sama seperti WDS Dynamic, namun hanya menggunakan protocol HWMP+ (Pengembangan dari WDS standar)
  4. WDS Static-Mesh adalah mode WDS yang sama dengan mode Static, hanya menggunakan protocol HWMP+
HWMP (Hybrid Wireless Mesh Protocol) adalah protocol routing untuk mengimplementasikan topologi mesh di jaringan wireless yang didasari dari AODV (Adhoc On Demand Distance Vector) dan tree-based routing.

Untuk contoh penggunaan WDS pada Mikrotik akan saya share tutorial dari blog lain karena keterbatasan alat untuk praktek :D. 
Wireless Distribution System (WDS) pada Mikrotik yang akan dibuat adalah seperti topologi pada gambar berikut ini :

 

Metode WDS pada prinsipnya membuat access point dengan satu SSID yang sama, kita perlu mengetahui MAC Address masing-masing access point, anggaplah anda sudah mengerti, mari kita lanjutkan dengan mengkonfigurasi masing-masing access point.

Disisi MikroTik
Buatlah Interface Bridge dan pada tab STP pilih Protocol Mode di rstp.


Masukkan interface wireless ke interface bridge port yang kita buat.


Konfigurasi Wireless Interface, baik Mode Wirelessnya, Frequency dan SSIDnya.


Setelah itu di Interface Wireless pada tab WDS setting WDS Mode dan WDS Default Bridgenya.


Setting Di Access Point MikroTik sudah selesai selanjutnya kita lanjutkan ke konfigurasi di access point NanoStation2

Disisi Ubiquiti NanoStation2
Setelah kita login pada wireless Nanostation2 kita, pilih tab Wireless dan pada Wireless Mode Kita pilih Access Point WDS dan masukkan WDS Peers (MAC Address Interface Wireless MikroTik) yang dapat kita lihat di tab General pada Interface Wireless di Intreface Wireless MikroTik.

Rubah SSID dan Channel (Frequency) sesuikan dengan Konfigurasi Access Point MikroTik.


Setelah konfigurasi selesai lakukan test ping dari PC Desktop ke Laptop (pastikan Subnet IP dan Firewall di kedua komputer paket ICMPnya tidak di blok), jika berhasil kita ping dari kedua sisi maka konfigurasi kita sudah benar, jika belum berhasil silahkan ulangi atau cek kembali konfigurasi yang kita buat.

Demikianlah penjelasan dan tutorial Membuat Koneksi WDS di Mikrotik. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)

Sumber :
Modul Praktikum WDS Teknik Jaringan DTE UGM

Monday, December 9, 2013

Cara Menangkal & Mengatasi Netcut dengan Mikrotik

Cara Menangkal & Mengatasi Netcut dengan Mikrotik Ini bisa digunakan ketika jaringan anda misalnya hotspot diputuskan oleh orang jahil yang menggunakan Netcut. Sudah tau kan apa itu Netcut? Intinya netcut itu sebuah tool yang dapat digunakan untuk memutus koneksi pada jaringan. Misalnya kita mau memutus koneksi internet di jaringan hotspot supaya bisa memakan semua bandwidth di hotspot itu. Sudah jelas kan? 


Jadi kalau anda mau tau cara mengatasi netcut menggunakan Mikrotik, silakan simak tutorial Mikrotik Indonesia berikut ini :
    1. Pertama tama sobat pake winbox agar lebih mudah.
    2. Masuk ke IP --> DHCP Server
    3. Pilih konfigurasi DHCP yang digunakan untuk hotspot anda,
    4. Ganti waktu sewa (lease time) IP menjadi 1 hari
    5. Dan yang paling penting, aktifkan opsi Add ARP for Leases, opsi ini untuk mencegah ARP Spoofing oleh NetCut 

    Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :

        6. Tambahkan netmask /32 untuk single host (255.255.255.255) contonya seperti gambar di bawah ini



        7. Sampai sini sudah selesai seting nya.
        8. Coba Cut di-jaringan hotspot tadi, jika setingan anda benar maka Netcut tidak akan mempan.

        Tambahan jika anda ingin lebih aman, silakan drop semua paket ICMP pada firewall mikrotik, dengan menambah kode di bawah ini :
        /ip firewall filter add action=accept chain=input comment="default configuration \
        anti netcut, defaultnya accept)" disabled=no protocol=icmp

        Kode tersbut berguna sekali untuk mengamankan hostspot anda karena NetCut itu menggunakan ICMP.
        Catatan : Kalo rule ini diterapkan, jangan bingung kalau di ping pasti tidak bisa

        Sumber: http://haekalfiqri.blogspot.com/2013/02/tutorial-mengatasi-netcut-pada-jaringan.html